Wednesday, June 2, 2021

Macam-macam Masalah Hidup Di Kontrakan

 


Kehidupan diperkotaan tidak lepas dari orang-orang yang merantau, dan tempat bersinggahnya adalah kontrakan. Disinilah kita akan mengenal orang-orang di luar daerah dari mulai kultur asal, Bahasa, serta perilakunya.

Sulitnya perekonomian mendorong orang-orang dari daerah untuk merantau ke kota-kota besar dengan tujuan yang berbeda-beda. Kebanyakan orang merantau untuk memperbaiki kehidupan ekonomi keluarga.

Dunia perkotaan sekarang ini begitu keras, banyak orang-orang dari latar belakang kehidupan yang berbeda-beda. Mereka berjibaku menguras keringat disiang hari, malam hari maupun dini hari. Semua orang dari bermacam-macam gender bekerja dengan mengorbankan berbagai hal. Mulai dari seorang ibu yang menitipkan anaknya ke tetangga, seorang ayah yang berusaha menjadi boneka manusia, atau manusia silver, seorang nenek yang mengajak putrinya memulung dan banyak lagi yang mereka korbankan demi mendapatkan sepeser uang untuk makan maupun bayar kontrakan.

Selain dunia perantauan mereka mereka hidup berdampingan didunia kontrakan sebagi tempat bernaung setelah cape bekerja kemudian pulang untuk beristirahat dikontrakan. Di sini banyak lagi fenomena dari setiap individu yang berbeda hidup berhimpitan dikontrakan menimbulkan banyak gesekan atau benturan antar sesame perantau, dikarenakan berlatar belakang yang berbeda mereka menjadi kurang memahami perilaku dari sesame perantau. Tidak sedikit pula tawuran antar daerah di tempat perantauan.

Kehidupan kontrakan yang biasanya dianggap sepele menjadi begitu mengerikan jika kita ketahui dari beberapa pengalaman Sebagian orang yang mengalaminya.

BEBERAPA PENYEBAB MASALAH YANG TIMBUL DI KONTRAKAN

1.    BERISIK

Di Saat orang lain beristirahat tetangga malah berisik dengan musik atau yang lainnya, itu sering terjadi didunia kontrakan yang hidup ditempat yang berpetak-petak. Biasanya masalah ini di akibatkan karena perbedaan jam kerja seseorang. Ada seseorang yang jam kerjanya pagi pulang sore, dan ada yang jam kerjanya sore pulang malam dan ada juga yang jam kerjanya malam pulang pagi.

Inilah yang biasanya dapat menimbulkan masalah jika tidak ada kesadaran dari tiap individu.

Disaat seseorang yang kerja siang membunyikan musik yang keras di pagi hari menyebabkan masalah jika ada seseorang yang baru tidur karena baru pulang kerja dimalam hari. Inilah yang bisa menyulut permasalahan didunia kontrakan.

 

2.    NGUTANG TAK DIBAYAR

Ngutang merupakan perilaku yang biasa dilakukan seseorang bilamana kita mempunyai keperluan atau kebutuhan disaat yang tidak tepat atau tidak mempunyai uang. Kebutuhan yang mendesak ini biasanya di siasati dengan cara mengutang ke tetangga terdekat ataupun teman seperantauan bisa juga teman dekat baru. Tapi cara mengutang untuk memenuhi kebutuhan itu biasanya susah untuk ditebak saat penyelesaianya atau pembayarannya. Tidak sedikit orang bertengkar atau berkelahi karena hutang. Malah sering juga terjadi pemberitaan dimedia masa tentang pembunuhan yang disebabkan karena ngutang.

3.    NGOMONGIN ORANG

Tidak dapat dipungkiri ngomongin orang adalah dosa yang paling banyak didalam diri manusia itu benar adanya bila kita memperhatikan dengan seksama dunia perkontakan dipenuhi dengan ibu-ibu yang super zuper gosip. Kita tidak dapat menyangkal kalo ibu-ibu sebagai biang gosip terpopuler didunia. Maka benar jika Wanita mempunyai dua bibir yang artinyanya seneng bergosip sana-sini. 


Dan biasanya permasalahan ini banyak kita temukan didunia perkotaan yang notabennya hidup berhimpitan sering kali kita melihat ibu-ibu secara vocal bergosip sambal belanja sayuran di pagi hari. Tidak sedikit kita sering mendengar pertengkaran ibu-ibu yang saling teriak atau jambak-jambakan yang diakibatkan gosipin orang. Fenomena ini merupakan hal yang cukup sulit untuk di redam ataupun ditiadakan di lingkup kontrakan.

4.     PAMER KESENJANGAN SOSIAL

Didasari dari latar belakang yang berbeda-beda baik dari segi kepribadian ataupun prilaku pamer harta atau kendaraan baru antar tetangga di dunia kontrakan sering kita lihat. Mereka tidak berkaca dimana masih banyak orang yang memikirkan bagaimana cara makan hari ini atau bagaimana cara membayar kontrakan. Tetapi nafsu tidak ingin tersaingi seseorang didunia kontrakan pasti ada saja. Dimanapun itu kita pasti menemukan seseorangan dengan sifat yang kurang lebih bisa dikatakan tidak mau tersaingi dari segi material. Banyak factor yang bisa menimbulkan hal seperti itu biasanya orang tersebut mempunyai sifat yang keras dan tak mau kalah jika ada seseorang yang lebih maju darinya. Dan ujung-ujungnya jika orang tersebut tak mampu bersaing, biasanya menimbulkan permasalahan di lingkungan kontrakan tersebut.

5.    PENCURIAN ATAU PENGUTILAN

Banyak kasus pencurian didunia perkontrakan itu dikarenakan kontrakan yang banyak ditinggal kerja penghuni nya dan kedatangan antara orang yang selewat dan orang lama sulit terdeteksi maksudnya banyak orang lewat depan kontrakan kita yang tidak kita kenal membuat si pencuri lebih berani untuk melakukannya karena biasanya didunia kontrakan sesame tetangga aja kita kadang gak kenal atau saling sapa dikarenakan penghuninya bergonta-ganti. Dan itu dimamfaatkan si pencuri untuk melakukan aksinya.

Ada pula si pencuri yang mengaku-ngaku minta sumbangan ke tipa penghuni kontrakan dan jika ada kelengahan sedkit saja dari penghuni kontrakan bisa berakibat fatal dengan hilangnya harta berharga kita dengan sekejap kurang lebih itungan detik. Biasanya mereka mengincar semacam handphone atau burung peliharaan dan lainnya.

6.    PENGAMEN YANG MEMAKSA

Kerasnya dunia perkotaan yang dipenuhi berbagai macam profesi bisa membuat kita kadang sedikit waspada mendengar banyak pengamen yang berkeliaran digang-gang kontrakan dengan sedikit paksaan jika tidak memberi mereka berani berkata kasar dan berprilaku premanisme. Hal seperti ini banyak kita temukan dikota besar. Banyak sekali permasalah yang disebabkan karena pemaksaan seorang pengamen terhadap masyarakat. Kadang kita menemukan pengamen yang berjenis kelamin tidak karuan atau banci. 

Di kota-kota besar profesi sebagai pengamen banci memang sangat menjanjikan bayangkan saja jika satu kamar kontrakan memberi mereka rp. 1000 dan biasanya di dalam satu gang kontrakan terdapat hampir 500 pintu. Kita andaikan saja yang memberi pengamen tadi Cuma 200 pintu dengan nominal 1000, maka total si pengamen 200ribu dalam satu keliling gang kontrakan mungkin menghabiskan waktu 30 menit, karena nyanyi saja belum mulai sudah dikasih uang karena si masyarakat gak mau berisik langsung kasih uang biar pergi.

7.    PERSELINGKUHAN DUNIA KONTRAKAN

Sering kali kita mendengar terjadi perselingkuhan di dalam satu lingkup kontrakan, kejadian itu biasanya diawali dengan iseng atau cuman bercanda, lama kelamaan menjadi berani, atau pula banyak para istri yang terlalu sering ditinggal suami dikontrakan karena sibuk bekerja, dan kebutuhan biologis yang kurang terpenuhi dari suami tersalurkan dengan pria yang notabennya sering menggoda istri orang atau pun tergoda istri orang. Banyak hal atau latar belakang perselingkuhan didunia kontrakan, ada pula yang kita banyak  dengar karena kebutuhan uang yang mendesak rela digauli tetangga ataupun karena tetangga janda yang cukup berani dalam bercanda sehingga memancing kita lebih berani lagi dalam menyalurkan candaan itu.

Friday, May 28, 2021

AKSARA SUNDA smester 2

 

HURUP VOKAL

Aksara swara adalah aksara yang secara silabis ngabogaa harkat sora vokal di jero sistem aksara Sunda Kuno jumlahna lima buah. Aya tilu buah aksara swara yang masing-masing memiliki dua lambang, yaitu /a/, /é/, dan /i/. Ketiga varian lambang aksara masing-masing tersebut dalam penggunaannya sering dipertukarkan secara bebas dengan nilai harkat bunyi yang tetap (Idin dkk, 2008)

a

a

é

é

i

i

Gambar 1. Variasi Aksara Swara untuk huruf vokal a, é, dan i

Gambar 2. Huruf vocal lainnya dalam aksara sunda

HURUP KONSONAN

Aksara ngalagena adalah lambang-lambang bunyi yang dapat dipandang sebagai fonem konsonan yang secara silabis mengandung bunyi vokal /a/. Jumlah aksara Sunda Kuno ini ada delapan belas jenis aksara ngalagena yang susunannya disesuaikan dengan sistem kedudukan alat-alat ucap (artikulasi-atikulator), seperti guttural 'kerongkongan', palatal 'langit-langit', lingual 'lidah', dental 'gigi', dan labial 'bibir'. Namun demikian, lambang bunyi untuk aksara nya muncul dalam tiga bentuk dan untuk aksara ba muncul dalam dua bentuk. Kedua varian lambang aksara masing-masing tersebut dalam penggunaannya sering dipertukarkan secara bebas dengan nilai harkat bunyi yang tetap (Idin dkk, 2008).

Gambar 3. Aksara Konsonan "Ngalagena".

Selain aksaran konsonan ngalagena, aksara konsonan juga ada yang diperoleh dari serapan, antara lain: fa, qa, va, xa, dan za.

Gambar 4. Aksara konsonan yang berasal dari serapan.

PENGECAPAN

Menurut (Idin dkk, 2008) Lambang vokalisasi aksara Sunda terdiri atas 13 buah yang cara penulisannya dibagi kedalam tiga kategori berikut:

1.      Vokalisasi yang ditulis "di atas" lambang aksara dasar berjumlah 5 buah, yaitu:

2.      Vokalisasi yang ditulis "di bawah" lambang aksara dasar berjumlah 3 buah, yaitu:

3.      Vokalisasi yang ditulis "sejajar" dengan aksara dasar berjumlah 5 buah, yaitu:

ANGKA

Menurut (Idin dkk, 2008), dalam aksara sunda juga terdapat tulisan angka. Penulisan lambang angka puluhan, ratusan, dan seterusnya ditulis berderet dari "kiri ke kanan", seperti halnya dalam sistem angka Arab. Beberapa lambang angka Sunda bentuknya ada yang mirip dengan lambang aksara sehingga untuk menuliskan (deretan) lambang angka harus diapit dengan garis vertikal yang lebih tinggi dari lambang angka. Lambang angka-angka yang dimaksud adalah:

TANDA MACA

Fungtuasi atau tanda baca yang dipakai untuk melengkapi penggunaan aksara Sunda dalam penulisan suatu kalimat, alinea, maupun wacana dilakukan dengan mengadopsi semua tanda baca yang berlaku pada sistem tata tulis huruf Latin. Tanda baca tersebut meliput koma (,), titik (.), titik-koma(;), titik dua (:), tanda seru (!), tanda Tanya (?), dan tanda kutip. ("..."). Ukuran penulisan disesuaikan dengan fisik aksara sunda. Sedangkan untuk penulisan predikat atau gelas akademis mengikuti tata tulis huruf Latin.

Wednesday, May 5, 2021

Sedihnya Nggak Bisa ke Tanah Abang


Sedihnya Nggak Bisa ke Tanah Abang, jakarta-indonesia

Kalau ada potongan lirik lagu soal baju lebaran terus ujungnya, "Tak ada pun tak apa-apa, masih ada baju yang lama." Saya nggak mau dengerin, bodo amat. Emang bisa gitu bilang ke anak-anak kalau masih ada baju yang lama? Tetep harus beli baru dong! Lebaran gitu loooh 



Biasanya kalau beli baju lebaran tuh harus ada baju muslimnya, dan kemana lagi tempat beli baju muslim terheboh sedunia kalau bukan ke pasar Tanah Abang? Biasanya ada yang protes, nih, "Hah? Yang bener aja! Tanah Abang? Bukannya penuh banget plus umpel-umpelan tuh kalau bulan puasa? Bukannya tambah parah semakin deket lebaran?" Emang bener. Makanya ibu saya selalu wanti-wanti, "Beli baju lebarannya sebelum bulan puasa aja, biar nggak penuh dan enak milih-milihnya." Emang bener sih, tapi masalahnya, model-model terbaru tuh baru dikeluarin pas bulan puasa sama deket lebaran. 

Perjuangan blusukan ke Tanah Abang pas mau lebaran tuh seru banget. Ikut  ngerubung di emperan depan toko yang lagi gelar obralan, ngubek-ngubek kerudungan lima belas ribuan yang ditumpuk tinggi kayak gunung, sambil dengerin teriakan abang-abang yang jualnya. Bener-bener seru dan memacu adrenalin. Nggak kalah sama naik halilintar di Dufan Ancol. Belum lagi ada suara plastik yang sengaja ditiup sampe gembung terus dipecahin sama abang-abangnya. Nyebelin banget, nggak sih?

Sebelum ada virus yang bikin kita pake masker melulu, tiap mau lebaran saya pasti ke Tanah Abang bawa anak-anak yang udah gede (kalau yang kecil pasti bakal kegencet). Udah lagi puasa, muter-muter sambil dempet-dempetan ngejar baju obralan, akhirnya dua anak saya tuh nggak tahan terus duduk ngejoprak di depan toko orang. Saya sih tetep dong melanjutkan perjuangan yang semakin seru karena nggak dibuntutin sama dua anak itu. Pas udah kelar, saya ambil lagi deh tuh anak. Untung masih ada di situ.


Lebaran tahun kemaren serasa ada yang hilang karena pasar Tanah Abang ditutup. Bayangkan sepinya lebaran tanpa ke Tanah Abang. Oh ...


Tahun ini juga rasanya nggak bisa ke Tanah Abang. Lihat di televisi kata Pak Gubernur pengunjung pasar Tanah Abang ada seratus ribu orang. Soal umpel-umpelannya sih sebenernya berani-berani aja, tapi jaman pake masker begini kan ngeri juga tuh kayak gitu. Untungnya anak-anak pada mau ngerti. Ya iyalah, mereka malah seneng melototin hape sambil milih-milih baju di toko online. Tinggal emak yang pusing mikirin duit jatah beli ketupat yang udah kepake.


Kalau boleh jujur, sedih juga nggak bisa ke Tanah Abang pas seminggu lagi mau lebaran. Apalagi pas sehari mau lebaran banyak barang yang diobralin karena tokonya mau tutup. Kapan lagi bisa dapet stoples cakep gambar kembang dengan harga lima ribuan sama sandal teplek dua puluh ribu? Belum lagi baju gamis yang diobral cepek dapet tiga. Nggak percaya? Coba aja ke sana ntar pas sehari mau lebaran. Pasti abang-abangnya pada bilang gini, "Diobral diobral diobral ... yang penting jadi duit."