Memasuki tahun ajaran baru 2024-2025 AKA BIMBEL masih menerapkan pembelajaran ramah anak yang mengutamakan bermain dan bersenang senang dibarengi belajar. kali ini aka bimbel memberikan pertemuan dengan memainkan warna benda yang harus di trenslate ke dalam bahasa inggris. sehingga anak secara tidak langsung dapat menyerap semua kata-kata lisan saja dalam pengucapan bahasa inggris itu sudah menjadi target kita sebagai pendidik.
Friday, July 19, 2024
Pembelajaran Ramah Anak di AKA-Bimbel
Tuesday, March 14, 2023
SAJAK SUNDA
Dalam history sastra Sunda, sajak termasuk kedalam produk budaya yang paling bontot. termasuk, di saat terbentuknya sajak Sunda pernah menuai pro-kontra. sesudah melalui lebih dari 5 dasawarsa kiwari, munculnya sajak Sunda pernah mendapat ketentuan di seluruh jiwa masyarakat.
Sastrawan Sunda munggaran pernah menulis sajak ialah Kis Ws, julukan lain yg terkenal dari Kiswa Wiriasasmita (1922-1995). walaupun produk budaya masih baru, sajak Sunda pastinya sudah berpijak pada komposisi tradisi karuhun. Tak lain dari bahasa, pengaruh nilai-nilai dangding atau pantun pun selalu menjadi pemikiran para pengarang Sunda untuk menuangkan ekspresinya dalam sebuah inspirasi.
Sayudi kelahiran 1932-2000contohnya. penulis sajak alumnus Konservatori Karawitan jurusan Sunda ini, sajaknya mempunyai jiwa puisi lama seperti pantun, sisindiran, atau kakawihan dan yang lainnya. macam-macam sajak Sunda yang dulu pernah dibuat pun menjadi buah pikirnya, Lalaki di Tegal Pati (1963). tak lupa pula Sajak Sunda ti kamari tepi ka kiwari yang selalu mengangkat unsur musikal alias trademark melewati dimensi bunyi, berasyik-masyuk melihat indahnya purwakanti atau rima dan irama. Sebutlah wanita penyajak Etti R.S. Penyajak yang lahir di Ciamis, 31 Agustus 1958 ini, telah menghasilkan empat kumpulan sajak, yaitu Jamparing (1984), Gond?wa (1987), Maung Bayangan (1994), dan Lagu Hujan Silantang (2003). Maung Bayangan beroleh Hadiah Sastera Rancag? 1995.
Hanya Godi Suwarna yang agak minculak. Dengan dalih menolak tradisi dan bertolak dari tradisi Godi melabrak pakem sajak yang sebelumnya dibiarkan mandek. Keliaran imaji Godi paling tidak dapat dilihat dalam kumpulan sajak Blues K?r? Lauk (1992) dan Dong?ng Si Ujang (1998). Cara ucap Godi dalam Blues K?r? Lauk tidak lagi merengek-rengek menangis. Sunda yang diungkap Godi sesuai dengan zamannya, yakni generasi “abad metal”. Sangat beralasan jika kumpulan sajak tersebut beroleh Hadiah Sastera Rancag? 1993.Beberapa sastrawan yang telah menghasilkan buku sajak Sunda adalah Ajip Rosidi, Jant? Arkidam jeung Salikur Sajak Sunda Lianna (1967), Surachman R.M., Surat Kayas (1968) dan Basisir Langit (1976), Yus Rusyana, Nu Mahal ti Batan Inten (1980) dan Buana nu Pinuh ku M?ga (1992), Usep Romli H.M., Sabelas Taun (1979), Wahyu Wibisana ,Urang Naon di Cinaon (1992), D?dy Windyagiri, Di Lembur Bulan Dikubur (1992), Rachmat M. Sas. Karana, Ombak Laut Kidul (1967), Tepung di Bandung (1972), serta Surat Panjang ti Cijulang (1983), Ac?p Zamzam Noor, Dayeuh Matapo? (1993), Yous Hamdan, Kalakay Budah (1994), Edddy D. Iskandar, Kasidah Langit (1992), serta Hadi A.K.S., Ombak jeung Halimun (2002).
Adapun antologi sajak bersama di antaranya Saratus Sajak Sunda (1992), Puisi Sunda Indonesia Emas (1995), Nyurup Lambak (1995) yang diterbitkan Paguyuban Mahasiswa Sastra Sunda Unpad, serta N?angan Bulan (2006) diterbitkan BPTB Jabar. Jumlah kumpulan sajak Sunda yang relatif banyak itu akan lebih bermakna bila diberdayakan dengan penuh kesadaran. Salah satu caranya dengan memusikalisasi sajak Sunda, seperti yang diretas Mang Koko (Koko Koswara). Mang Koko banyak menggubah sajak-sajak karya Wahyu Wibisana, Dedy Windyagiri, Winarya Artadinata, dan R. Sukendar K.
Jejak Mang Koko diikuti musisi Ferry Curtis. Sajak yang digarap adalah Langit Ceudeum (Sayudi), Tawis Soca (Etti R.S.), Sar?, Priangan, dan Pananjung (Rachmat M. Sas Karana), serta Cikaracak (Godi Suwarna).Sementara itu, Paguyuban Panglawungan Sastra Sunda (PP-SS) yang digawangi Dian Hendrayana dkk. memusikalisasi sajak Sunda dalam album Lalaki Langit (2008). Dalam album itu kita bisa menikmati dan menghayati musikalisai sajak Tresnaning Tresna (Godi Suwarna), Hiji Peuting (Etti R.S.), Pangbalikan (Wahyu Wibisana), Leuwi (Abdullah Mustapa), Ilangna Mustika (Kis W.S.), Onih (Sayudi), Priangan (Racmat M. Sas Karana), Harepan (Taufik Fatorohman), Lalaki Langit (Juniarso Ridwan), Hujan di Buruan (Hadi A.K.S.), dan Cirebon (Eddy D. Iskandar). Disamping menyampaikan pesan moral, upaya musikalisasi sajak Sunda pun merupakan salah satu cara untuk mengenalkan kembali kata-kata Sunda yang tergolong buhun alias arkhaik.
Masuknya sajak Sunda dalam khazanah sastra Sunda telah memicu polemik hingga dua kali, padahal génre cerita pendék dan novél diterima begitu saja. Tentu, ada sesuatu yang bermakna dari fenoména itu. Untuk memahaminya kemunculan sajak Sunda akan diletakkan dalam kontéks dinamika hubungan kesundaan dan keindonésiaan dékade 1950-an dan 1960-an.
Dibaca dalam kontéks kesundaan sajak Sunda bukan hanya bentuk atau média éksprési sastra yang baru, tetapi menjadi aréna pertarungan idéntitas: mana Sunda, mana bukan Sunda. Dibaca dalam kontéks keindonésiaan, sajak Sunda bukan hanya pengaruh dari sastra Indonésia, tetapi menjadi arena kritik atas perilaku berbangsa yang cenderung mengabaikan suku bangsa.
Tugas : selasa, 14 maret 2023
Untuk kelas x.
Tulis Sajak Sunda Asli buatan sendiri, minimal 16 kalimat.
Boleh mengadopsi dari sajak indonesia.
Perhatikan tata bahasa nya, karena tata bahasa sajak berbeda dengan tata bahasa kalimat biasa.
Dikerjakan. Diperiksa pas pertama masuk sekolah.
CATATAN :
ABSEN WAJIB DI ISI DI KOLOM KOMENTAR PAKAI NAMA, KELAS, DAN JAM ABSEN. JIKA TELAT ABSEN DI ANGGAP ALPA.
Tuesday, January 31, 2023
SEJARAH AKSARA SUNDA
Aksara sunda baku adalah sistem penulisan yang di pakai untuk menulis sebuah bahasa sunda kontemporer ialah hasil dari perkembangan atau penyesuaian bahasa sunda kuno. saat ini aksara sunda baku sering juga di sebut aksara sunda.
SEJARAH
Kepintaran masyarakat dalam menulis di wilayah tatar sunda telah di ketahui keberadaannya sejak abad ke 5 masehi. pada saat kerajaan tarumanagara. hal ini diketahui dari prasasti-prasasti yang sebagian besar di temukan di wilayah sunda.
namun pada masa kolonial, masyarakat di paksa oleh keadaan yaitu dengan meluasnya pengaruh mataram islam di wilayah priangan. dan kebijakan dari kerajaan pada masa itu harus meninggalkan penggunaan aksara sunda kuno yang merupakan salah satu identitas masyarakat sunda lewat kebijakan pemerintah kolonial melalui surat resminya tanggal 3 nopember 1705 mewajibkan aksara latin atau arab gundul dan aksara jawa modifikasi sebagai aksara resmi dalam surat menyurat kebijakan yang berlangsung hingga masa kemerdekaan.Pada akhir masa Abad XIX sampai pertengahan Abad XX, para peneliti dari luar negeri yang berkebangsaan asing ( K. F. Holle dan C. M. Pleyte) dan dari bangsa sendiri seperti bumiputra Atja dan E. S. Ekadjati) tertarik mulai menganalisis adanya prasasti-prasasti serta kumpulan naskah-naskah tua yang memakai Aksara Sunda Kuno. terlebih dari penelitian-penelitian yang terdahulu, pada akhir Abad XX sudah mulai tertarik kesadaran akan munculnya sebuah Aksara Sunda yang identik dengan identitas khas masyarakat Sunda.
Aksara Sunda Baku sebanyak 32 aksara dasar, yaitu 7 aksara swara (aksara vokal mandiri): a, é, i, o, u, e, dan eu, dan 23 aksara ngalagena (konsonan berbunyi a): ka-ga-nga, ca-ja-nya, ta-da-na, pa-ba-ma, ya-ra-la, wa-sa-ha, fa-va-qa-xa-za.
Lima aksara ngalagena dengan dibuat untuk melihat perkembangan aksara bahasa Sunda, meliputi pemahaman kata dan kalimat dari bahasa luar. tetapi dengan hal ini, wajah aksara tambahan ini tidak termasuk kreasi baru, tetapi dibuat dengan proses modifikasi terhadap aksara yang telah ada dari terdahulunya. Sebagai contoh: aksara "fa" dan "va" termasuk modifikasi dari aksara pa, kemudian aksara "qa" dan "xa" ialah modifikasi dari aksara ka, dan aksara "za" ialah modifikasi dari aksara ja.
tak beda dari yang lainnya terdapat pula 2 (dua) aksara tambahan yakni "kha" dan "sya", yang dipakai dalam menulis ⟨خ⟩ dan ⟨ش⟩ kata serapan dari akasara Arab.
Ada juga rarangkén yang berfungsi untuk mengolah, menyembunyikan, atau memakai bunyi terhadap aksara dasar. Tiga belas rarangkén berdasarkan posisinya dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu: (1) lima rarangkén di atas huruf, (2) tiga rarangkén di bawah huruf, dan (3) lima rarangkén sejajar dengan huruf. dalam menulis angka, aksara ini mempunyai 10 angka dasar (dari 0 sampai 9).
Dikutip dari tampilan, huruf ngalagena masuk rarangkén memiliki sudut 45°–75°. Umumnya, rasio dimensi huruf (tinggi:lebar) adalah 4:4, kecuali untuk huruf ngalagena ra (4:3), ba dan nya (4:6), dan aksara swara i (4:3). Rarangkén memiliki rasio dimensi 2:2, kecuali untuk panyecek (1:1), panglayar (4:2), panyakra (2:4), pamaéh (4:2) dan pamingkal (2:4 sisi bawah, 3:2 sisi kanan). Angka mempunyai rasio dimensi 4:4, gak termasuk untuk angka 4 dan 5 (4:3).
untuk mengisi kekosongan jam pada hari ini, pelajaran basa sunda di isi dengan tugas terstruktur. supaya kelas terkondisikan dan bisa berjalan dengan baik tanpa pengawasan dari guru mata pelajaran yang mengisi di jam tersebut.
tulislah aksara sunda dari kata tersebut :
1. ANTUSIAS
2. PREMIUM
3. ANGKLUNG
4. DIGITAL INKJET
5. MENGGELORAKAN
dikerjakan dengan baik dan teliti tugas ini akan di periksa nanti setelah selesai rapat guru.
ABSEN DI KOLOM KOMENTAR.
Monday, November 7, 2022
Sunday, August 28, 2022
Wanda atau jenis wawancara
NGAGUAR WANDA WAWANCARA
Upamana nilik kana tujuan jeung lumangsungna kagiatan, wawancara teh bisa dipasing-pasing jadi sawatara wanda ieu dumasar ka nu ngawawancara jeung sipat wawancara.
Dumasar ka nu carana, kagiatan waancara dibedakeun jadi tilu rupa, nyaeta wawancara mandiri, wawancara kelompok, jeung wawancara konferensi.
a). wawancara Mandiri
wawancara individual sok disebut oge wawancara mandiri, hartina saurang pawawancara ngayakeun wawancara ka saurang narasumber. Wawancara mandiri biasana dilaksanakeun ku saurang warta keur maluruh narasumber keur nulis hiji warta.
b). wawancara Kelompok
wawancara kelompok mah biasana jumlah pawawancarana lobaan. Narasumber mah bisa saurang bisa wae kelompok. Upamana wae, sababaraha urang wartawan ti sawatara media TV, radio jeung Koran ngawawancara grup band, artis atawa tokoh politik. Pawawancara biasana ngasongkeun pananya anu beda-beda.
c). wawancara Konferensi
wawancara konferensi hartina kagiatan wawancara anu ngalibatkeun sawatara narasumber. Upmana wae acara talkshow dina TV atawa kagiatan diskusi public. Wawanacara kelompok ge bisa dilaksanakeun boh sacara langsung boh teu langsung (teleconference), upamana geus rea disiarkeun ku sawatara TV.
1). Wawancara Kaugeran
Wawancara kaugeran sok disebut oge wawancara tertutup, hartina pawawancara kudu bisa nyekel rusiah rupaning informasi tina hasil wawancara, ti mimiti identitas narasumber tug nepi ka perkara anu ditepikeun ku narasumber. Biasana pawawancara geus nyayagikeun angket anu patalekan jeung jawabanna geus disadiakeun. Narasumber mah pancenna ngeusian jeung milih jawaban anu dianggap luyu atawa bener.
2). Wawancara Bebas
Wawancara bebas the kagitan wawancara anu pananyana teu dirumuskeun heula ku pawawancara. Dian derna waancara, biasana mah pawawancara ngadadak ngasongkeun ka narasumberdiluyukeun jeung situasi katut kondisi waktu kagiatan wawancara lumangsung. Narasumber ge biasana mah mere jawaban-jawaban anu ngadadak kapikir harita keneh, henteu nyiapkeun heula jawaban. Wawancara bebas sok disebut oge wawancraa teu kauger kudu ngarusiahkeun identitas narasumber. Kitu deui pananya ge bebas teu kawatesanan. Narasumber ge bebas pikeun ngajawab, teu kawatesan ku pilihan jawaban.
Wednesday, June 2, 2021
GAJIAN HONORER DI TANGGAL 1 MENJADI MOMEN YANG MISTERIUS
GAJIHAN HONORER DI TANGGAL 1 MENJADI MOMEN YANG MISTERIUS
Seringkali kita dengar gajian di instansi pemerintahan dicairkan pada awal bulan, itu merupakan hal yang begitu ditunggu-tunggu oleh para pegawai pemerintahan. Di sisi lain ada beberapa hal yang patut kita kaji lagi karena gajian awal bulan biasanya hanya berlaku bagi pegawai pemerintahan yang berlabel PNS.
Tetapi lain halnya dengan pegawai pemerintah yang masih honorer, biasanya banyak sekali hambatan ataupun keadaan yang membuat mereka tidak bisa menerima hak nya di awal bulan. Hal ini cukup mengerikan dan biasanya menjadi hal yang misterius didalam benak hati mereka. Apakah mereka bisa gajian hari ini atau enggak ? itulah yang terjadi saat menghadapi awal bulan.
Terlepas dari itu banyak sekali
di luar daerah, mereka yang masih berlabel honorer untuk mendapatkan haknya
harus menunggu 3 bulan ataupun 4 bulan sekali. Mereka mendapatkan haknya dari aturan
rapel yaitu saat sekolah mendapatkan kucuran dana bos dari pemerintah dengan
jangka 4 bulan sekali baru mereka bisa mendapatkan haknya.
Cukup miris memang dengan nominal
yang bahkan msih sangat di bawah rata-rata, mereka mendapatkan haknya dengan
menunggu selama 4 bulan lamanya. Fenomena ini biasanya terjadi di negara-negara
miskin biasanya. Tapi jika kita melihat dengan kekayaan negara kita sebenarnya
negara kit aini merupakan negara terkaya dan terluas didunia. Hanya saja kekayaan
negara Indonesia ini hanya di miliki oleh beberapa orang saja.
Miris memang tapi itulah Indonesia
dengan segudang masalahnya.
Kehidupan honorer negeri memang
tidak layak dikatakan sejahtera, mereka yang bisa sejahtera hidup sebagai guru
honorer negeri bukan dari penghasilannya sebagai guru tetapi besar kemungkinan
mempunya penghasilan dibidang lain.
Kisaran guru honorer di kota-kota
besar masih di bawah UMK apalagi jika melihat guru-guru honorer yang di luar
daerah yang masih ada yang menerima gaji honor dengan nominal 150 ribu per bulan.
Hal ini tidak ada tindak lanjut
atau perhatiannya dari pemerintah, pemerintah hanya sibuk dengan jabatan dan
partainya. Menteri-menteri hanya sibuk memperlihatkan fasilitas umum yang
dibangun sebagai bukti kerja kerasnya. Tetapi ada hal lain yang lebih penting
dari itu yaitu penghasilan seorang guru honorer yang ikut andil mencerdaskan
anak bangsa di lingkup pedesaan ataupun luar daerah yang sulit terjangkau
dengan akses kendaraan.
Sebenarnya para guru honorer mendambakan gaji yang layak sama halnya dengan para buruh di perkotaan, jikapun pemerintah mengatakan para guru honorer yang baru tak bisa dibendung keberadaannya dan defisit keuangan negara tidak ada jatah bagi para guru honorer. Kenapa tidak membatasi saja para guru honor yang melamar ke instansi negeri, dan yang sudah masuk daftar dapodik dengan masa abdi minimal 5 tahun diangkat saja sebagai p3k atau lebih baik lagi ASN.
Jika ini dilakukan pemerintah
maka bagi generasi yang baru yang ingin mengajukan lamarannya ke instansi
pemerintahan tidak semudah yang mereka bayangkan, di karenakan kuota yang
dibatasi. Itulah system pemerintahan jika ada usulan yang baik dan selalu ada
aja pro dan kontra.
Monday, April 12, 2021
YONATHAN Mengabdi Menjadi Honorer Di Papua Malah Tewas Di Berondong Peluru Oleh KKB Papua.
Seorang yang selamat dari penembakan KKB di Kabupaten Puncak membagikan cerita detik-detik serangan terjadi.
.png)
.jpg)










