Friday, March 24, 2023

Tugas Terstruktur

TUGAS TERSTRUKTUR

Dalam mengatasi permasalahan saat kita di hadapkan kewajiban mengisi pembelajaran di kelas dengan kondisi tanpa pertemuan maka kita sebagai guru harus mempersiapkan tugas terstruktur kepada siswa-siswi kita.

pertanyaanya apakah itu tugas terstruktur ?

Tugas terstruktur adalah Kegiatan pembelajaran yang di rancang oleh guru, dalam rangka pendalaman materi siswa-siswinya, untuk mencapai capaian pembelajaran. waktu penyelesaian tugas terstruktur ini masuk dalam kegiatan tatap muka di kelas

banyak kemungkinan para guru atau dosen memberikan tugas terstruktur kepada peserta didik contohnya seperti dalam keadaan rapat yang mendadak, ataupun tugas lapangan dan kemungkinan lainnya. maka dari itu kita berkewajiban memberikan aktifitas keadaan pembelajaran dengan konsep tugas terstruktur.

banyak cara dan metode dalam pembelajaran tugas terstruktur, dan itu di kembalikan lagi kepada pengajar cara bagaimana yang menurut kita paling efektif dalam pembelajaran tersebut tanpa mengesampingan pantauan kita melalui jarak jauh.

tugas tersebut tertata dengan rapi dengan capaian pembelajaran yang tertarget semua di kelola dalam satu kesatuan yang utuh.

Tulis dina buku salembar, naon wae unsur sajak sundah teh? 

Catatan. 

Absen di kolom komentar dan sertakan tanggal pertemuan dan jam absen. (WAJIB) 

Tuesday, March 14, 2023

SAJAK SUNDA

Dalam history sastra Sunda, sajak termasuk kedalam produk budaya yang paling bontot. termasuk, di saat terbentuknya sajak Sunda pernah menuai pro-kontra. sesudah melalui lebih dari 5 dasawarsa kiwari, munculnya sajak Sunda pernah mendapat ketentuan di seluruh jiwa masyarakat.

Sastrawan Sunda munggaran pernah menulis sajak ialah Kis Ws, julukan lain yg terkenal dari Kiswa Wiriasasmita (1922-1995). walaupun produk budaya masih baru, sajak Sunda pastinya sudah berpijak pada komposisi tradisi karuhun. Tak lain dari bahasa, pengaruh nilai-nilai dangding atau pantun pun selalu menjadi pemikiran para pengarang Sunda untuk menuangkan ekspresinya dalam sebuah inspirasi.

Sayudi kelahiran 1932-2000contohnya. penulis sajak alumnus Konservatori Karawitan jurusan Sunda ini, sajaknya mempunyai jiwa puisi lama seperti pantun, sisindiran, atau kakawihan dan yang lainnya. macam-macam sajak Sunda yang dulu pernah dibuat pun menjadi buah pikirnya, Lalaki di Tegal Pati (1963). tak lupa pula Sajak Sunda ti kamari tepi ka kiwari yang selalu mengangkat unsur musikal alias trademark melewati dimensi bunyi, berasyik-masyuk melihat indahnya purwakanti atau rima dan irama. Sebutlah wanita penyajak Etti R.S. Penyajak yang lahir di Ciamis, 31 Agustus 1958 ini, telah menghasilkan empat kumpulan sajak, yaitu Jamparing (1984), Gond?wa (1987), Maung Bayangan (1994), dan Lagu Hujan Silantang (2003). Maung Bayangan beroleh Hadiah Sastera Rancag? 1995.

Hanya Godi Suwarna yang agak minculak. Dengan dalih menolak tradisi dan bertolak dari tradisi Godi melabrak pakem sajak yang sebelumnya dibiarkan mandek. Keliaran imaji Godi paling tidak dapat dilihat dalam kumpulan sajak Blues K?r? Lauk (1992) dan Dong?ng Si Ujang (1998). Cara ucap Godi dalam Blues K?r? Lauk tidak lagi merengek-rengek menangis. Sunda yang diungkap Godi sesuai dengan zamannya, yakni generasi “abad metal”. Sangat beralasan jika kumpulan sajak tersebut beroleh Hadiah Sastera Rancag? 1993.

Beberapa sastrawan yang telah menghasilkan buku sajak Sunda adalah Ajip Rosidi, Jant? Arkidam jeung Salikur Sajak Sunda Lianna (1967), Surachman R.M., Surat Kayas (1968) dan Basisir Langit (1976), Yus Rusyana, Nu Mahal ti Batan Inten (1980) dan Buana nu Pinuh ku M?ga (1992), Usep Romli H.M., Sabelas Taun (1979), Wahyu Wibisana ,Urang Naon di Cinaon (1992), D?dy Windyagiri, Di Lembur Bulan Dikubur (1992), Rachmat M. Sas. Karana, Ombak Laut Kidul (1967), Tepung di Bandung (1972), serta Surat Panjang ti Cijulang (1983), Ac?p Zamzam Noor, Dayeuh Matapo? (1993), Yous Hamdan, Kalakay Budah (1994), Edddy D. Iskandar, Kasidah Langit (1992), serta Hadi A.K.S., Ombak jeung Halimun (2002).

Adapun antologi sajak bersama di antaranya Saratus Sajak Sunda (1992), Puisi Sunda Indonesia Emas (1995), Nyurup Lambak (1995) yang diterbitkan Paguyuban Mahasiswa Sastra Sunda Unpad, serta N?angan Bulan (2006) diterbitkan BPTB Jabar. Jumlah kumpulan sajak Sunda yang relatif banyak itu akan lebih bermakna bila diberdayakan dengan penuh kesadaran. Salah satu caranya dengan memusikalisasi sajak Sunda, seperti yang diretas Mang Koko (Koko Koswara). Mang Koko banyak menggubah sajak-sajak karya Wahyu Wibisana, Dedy Windyagiri, Winarya Artadinata, dan R. Sukendar K.

Jejak Mang Koko diikuti musisi Ferry Curtis. Sajak yang digarap adalah Langit Ceudeum (Sayudi), Tawis Soca (Etti R.S.), Sar?, Priangan, dan Pananjung (Rachmat M. Sas Karana), serta Cikaracak (Godi Suwarna).

Sementara itu, Paguyuban Panglawungan Sastra Sunda (PP-SS) yang digawangi Dian Hendrayana dkk. memusikalisasi sajak Sunda dalam album Lalaki Langit (2008). Dalam album itu kita bisa menikmati dan menghayati musikalisai sajak Tresnaning Tresna (Godi Suwarna), Hiji Peuting (Etti R.S.), Pangbalikan (Wahyu Wibisana), Leuwi (Abdullah Mustapa), Ilangna Mustika (Kis W.S.), Onih (Sayudi), Priangan (Racmat M. Sas Karana), Harepan (Taufik Fatorohman), Lalaki Langit (Juniarso Ridwan), Hujan di Buruan (Hadi A.K.S.), dan Cirebon (Eddy D. Iskandar). Disamping menyampaikan pesan moral, upaya musikalisasi sajak Sunda pun merupakan salah satu cara untuk mengenalkan kembali kata-kata Sunda yang tergolong buhun alias arkhaik.

Masuknya sajak Sunda dalam khazanah sastra Sunda telah memicu polemik hingga dua kali, padahal génre cerita pendék dan novél diterima begitu saja. Tentu, ada sesuatu yang bermakna dari fenoména itu. Untuk memahaminya kemunculan sajak Sunda akan diletakkan dalam kontéks dinamika hubungan kesundaan dan keindonésiaan dékade 1950-an dan 1960-an.

Dibaca dalam kontéks kesundaan sajak Sunda bukan hanya bentuk atau média éksprési sastra yang baru, tetapi menjadi aréna pertarungan idéntitas: mana Sunda, mana bukan Sunda. Dibaca dalam kontéks keindonésiaan, sajak Sunda bukan hanya pengaruh dari sastra Indonésia, tetapi menjadi arena kritik atas perilaku berbangsa yang cenderung mengabaikan suku bangsa.

Tugas : selasa, 14 maret 2023 

Untuk kelas x. 

Tulis Sajak Sunda Asli buatan sendiri, minimal 16 kalimat. 

Boleh mengadopsi dari sajak indonesia. 

Perhatikan tata bahasa nya, karena tata bahasa sajak berbeda dengan tata bahasa kalimat biasa. 

Dikerjakan. Diperiksa pas pertama masuk sekolah. 

CATATAN : 

ABSEN WAJIB DI ISI DI KOLOM KOMENTAR PAKAI NAMA, KELAS, DAN JAM ABSEN. JIKA TELAT ABSEN DI ANGGAP ALPA. 

Tuesday, January 31, 2023

SEJARAH AKSARA SUNDA

Aksara sunda baku adalah sistem penulisan yang di pakai untuk menulis sebuah bahasa sunda kontemporer ialah hasil dari perkembangan atau penyesuaian bahasa sunda kuno. saat ini aksara sunda baku sering juga di sebut aksara sunda.

SEJARAH

Kepintaran masyarakat dalam menulis di wilayah tatar sunda telah di ketahui keberadaannya sejak abad ke 5 masehi. pada saat kerajaan tarumanagara. hal ini diketahui dari prasasti-prasasti yang sebagian besar di temukan di wilayah sunda.

namun pada masa kolonial, masyarakat di paksa oleh keadaan yaitu dengan meluasnya pengaruh mataram islam di wilayah priangan. dan kebijakan dari kerajaan pada masa itu harus meninggalkan penggunaan aksara sunda kuno yang merupakan salah satu identitas masyarakat sunda lewat kebijakan pemerintah kolonial melalui surat resminya tanggal 3 nopember 1705 mewajibkan aksara latin atau arab gundul dan aksara jawa modifikasi sebagai aksara resmi dalam surat menyurat kebijakan yang berlangsung hingga masa kemerdekaan.

Pada akhir masa Abad XIX sampai pertengahan Abad XX, para peneliti dari luar negeri yang berkebangsaan asing ( K. F. Holle dan C. M. Pleyte) dan dari bangsa sendiri seperti bumiputra  Atja dan E. S. Ekadjati) tertarik mulai menganalisis adanya prasasti-prasasti serta kumpulan naskah-naskah tua yang memakai Aksara Sunda Kuno. terlebih dari penelitian-penelitian yang terdahulu, pada akhir Abad XX sudah mulai tertarik kesadaran akan munculnya sebuah Aksara Sunda yang identik dengan identitas khas masyarakat Sunda. 

Aksara Sunda Baku sebanyak 32 aksara dasar, yaitu 7 aksara swara (aksara vokal mandiri): a, é, i, o, u, e, dan eu, dan 23 aksara ngalagena (konsonan berbunyi a): ka-ga-ngaca-ja-nyata-da-napa-ba-maya-ra-lawa-sa-hafa-va-qa-xa-za.

Lima aksara ngalagena dengan dibuat untuk melihat perkembangan aksara bahasa Sunda, meliputi pemahaman kata dan kalimat dari bahasa luar. tetapi dengan hal ini, wajah aksara tambahan ini tidak termasuk  kreasi baru, tetapi dibuat dengan proses modifikasi terhadap aksara yang telah ada dari terdahulunya. Sebagai contoh: aksara "fa" dan "va" termasuk modifikasi dari aksara pa, kemudian aksara "qa" dan "xa" ialah modifikasi dari aksara ka, dan aksara "za" ialah modifikasi dari aksara ja.


tak beda dari yang lainnya terdapat pula 2 (dua) aksara tambahan yakni "kha" dan "sya", yang dipakai dalam menulis ⟨خ⟩ dan ⟨ش⟩ kata serapan dari akasara Arab.

Ada juga rarangkén yang berfungsi untuk mengolah, menyembunyikan, atau memakai bunyi terhadap aksara dasar. Tiga belas rarangkén berdasarkan posisinya dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu: (1) lima rarangkén di atas huruf, (2) tiga rarangkén di bawah huruf, dan (3) lima rarangkén sejajar dengan huruf. dalam menulis angka, aksara ini mempunyai 10 angka dasar (dari 0 sampai 9).

Dikutip dari tampilan, huruf ngalagena masuk rarangkén memiliki sudut 45°–75°. Umumnya, rasio dimensi huruf (tinggi:lebar) adalah 4:4, kecuali untuk huruf ngalagena ra (4:3), ba dan nya (4:6), dan aksara swara i (4:3). Rarangkén memiliki rasio dimensi 2:2, kecuali untuk panyecek (1:1), panglayar (4:2), panyakra (2:4), pamaéh (4:2) dan pamingkal (2:4 sisi bawah, 3:2 sisi kanan). Angka mempunyai rasio dimensi 4:4, gak termasuk untuk angka 4 dan 5 (4:3).   

   untuk mengisi kekosongan jam pada hari ini, pelajaran basa sunda di isi dengan tugas terstruktur. supaya kelas terkondisikan dan bisa berjalan dengan baik tanpa pengawasan dari guru mata pelajaran yang mengisi di jam tersebut.

tulislah aksara sunda dari kata tersebut :

    1. ANTUSIAS

    2. PREMIUM

    3. ANGKLUNG

    4. DIGITAL INKJET

    5. MENGGELORAKAN

        dikerjakan dengan baik dan teliti tugas ini akan di periksa nanti setelah selesai rapat guru.

ABSEN DI KOLOM KOMENTAR.